Audiensi Presidium Pusat HIKMAHBUDHI dalam rangka kegiatan RAKERNAS X HIKMAHBUDHI

Jakarta – Selasa ( 14/2/2017) Presidium Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP HIKMAHBUDHI) melakukan kegiatan audiensi kepada Bapak  Hang Ali Saputra Syah Pahan(Anggota DPR RI Frakasi PAN komisi IX).Dalam audiensi yang hadir yaitu Sugiartana (Ketua Umum), Anes Dwi P (Sekretaris Jenderal) , Dudiartha ( Pengembangan wilayah),serta anggota PC HIKMAHBUDHI Jakarta Nursin & Pandita disertai Ananda Karo (Senior HIKMAHBUDHI)

Dalam perbincangan dengan Bapak Hang Ali, beliau akan berusaha meluangkan waktu dalam sela-sela kegiatannya untuk datang dalam kegiatan Rakernas X HIKMAHBUDHI. Selain itu, beliau sangat antusias dalam menjalin kerjasama dengan organisasi HIKMAHBUDHI.Beliau memaparkan bahwa umat buddha didaerah ditempat tinggalnya saNgat sedikit sekitar 0,1 persen sedangkan warga keturunan Tionghoa hanya sekitar 0,5 persen yang didominasi oleh lansia dan anak-anak sedangkan jumlah remaja sangat sedikit karena pergi mengenyam pendidikan kuliah diluar daerah. Hal inilah yang menjadi kendala dalam pembangunan umat Buddha disana. Beliau juga menjelaskan bahwa di Kalteng belum ada himpunan mahasiswa Buddhis.

Beliau menegaskan bahwa dalam politik beliau tidak pernah membawa agama karena hanya akan menjadi bumerang bagi diri sendiri. Organisasi HIKMAHBUDHI tidak boleh dibonceng oleh kegiatan politik baik oleh pemuka agama sendiri maupun agama yang lain. Organisasi ini juga harus menghindari kegiatan-kegiatan terselubung yang berkedok politik.

Beliau menuturkan bahwa umat Buddha masih sangat lemah baik dalam organisasi maupun majelis. Agama buddha memiliki umat yang sedikit dengan banyak sekte agama namun dengan keragaman ini beliau mempertegas bahwa kita adalah satu agama yaitu agama buddha dan tidak boleh terpecah belah.

Bapak Hang Ali juga bependapat bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas. SDM yang banyak namun tidak berkualitas dan tidak memiliki kapasitas hanya akan berdampak buruk bagi umat. Namun menurut beliau semangat umat Buddha saat ini sangat tinggi dalam pembangunan terutama semangat generasi muda yang menjadi pelurus bukan menjadi penerus kekeliruan yang selama ini mengakar dan berkembang dalam masyarakat.

BApak Hang Ali mengaku bahwa umat Buddha memiliki kapasitas yang sangat besar namun kendalanya yaitu promotor masyarakat sangat sedikit.

Sebagai penutup beliau memberikan sedikit motivasi bahwa mahasiswa tidak boleh takut salah karena lewat kesalahan kita menemukan kebenaran namun jangan terus-menerus salah, kalau salah terus kapan benarnya, ujar beliau.

Share this: