LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN PC HIKMAHBUDHI Kota Tangerang “MEMBANGUN IDENTITAS DIRI PEMIMPIN MUDA BUDDHIS”

Kaderisasi merupakan bagian penting dalam sebuah organisasi. Organisasi itu diibaratkan seperti pohon buah. Bilamana pohon buah tersebut mandul, maka lambat laun pohon itu akan punah termakan jaman. Tetapi bila pohon buah itu terus berbuah, maka niscaya pohon buah itu akan tetap ada sampai waktu yang lama.

Selain kaderisasi, kegiatan organisasi merupakan nyawa bagi sebuah organisasi. Kaderisasi dan kegiatan adalah satu paket yang tak terpisahkan dalam sebuah organisasi. Hal ini menjadi prioritas penting bagi semua pemimpin organisasi.

Bertempat di STAB Dharma Widya, Tangerang, PC HIKMAHBUDHI Kota Tangerang melakukan rangkaian proses kaderisasi tersebut dengan mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan atau biasa dikenal dengan sebutan LDK. (5/2)

Masa muda dikatakan adalah masa di mana seseorang mencari identitas diri. Mencari identitas diri ini erat kaitannya dengan interaksi sosial. Bermula dari tahap awal ketika masih anak-anak, interaksi sosial itu masih berskala kecil, di mana sebagian besar hanya berinterkasi dengan keluarga. Tetapi ketika sudah mulai memasuki tahap berikutnya, yaitu masa remaja dan dewasa, interaksi sosial itu berkembang sangat besar tidak hanya dalam lingkungan keluarga. Contohnya saja di sekolah, kampus, vihara, dan tempat-tempat lainnya. Hal inilah yang mempengaruhi identitas diri dari seseorang.

Buddha Gotama adalah seorang pemimpin muda. Ia berhasil mencapai kesempurnaan pada usia 35 tahun dan memimpin para bhikkhu bhikkhuni yang dikenal dengan nama Sangha. Buddha Gotama berhasil menjadi seorang pemimpin spiritual tersohor pada masanya dan hal itu tentu tidak dilakukan secara instan, semuanya membutuhkan proses. Ketika masih di dalam istana, ia belajar berbagai macam pengetahuan seperti budaya, agama, alam, berhitung, dan tak terkecuali tata kelola negara karena ia adalah putra mahkota. Selain itu, Sidhartha Gotama belajar berbagai macam keterampilan seperti berkuda, memanah, teknik berperang, orasi dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut yang menjadi bekal duniawi Pangeran Sidhartha dalam memimpin Sangha yang jumlahnya bisa mencapai ribuan bahkan jutaan orang.

PC HIKMAHBUDHI Kota Tangerang melihat akan pentingnya ilmu pengetahuan, wawasan dan keterampilan dalam diri seorang calon pemimpin. Maka dari itu, dalam kegiatan LDK ini mengangkat tema “Membangun Identitas Diri Pemimpin Muda Buddhis”.

Saputri selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta yang ikut dalam kegiatan LDK ini berjumlah 25 orang yang berasal dari berbagai kampus dan vihara di Tangerang.

Yovie Yuliansen juga menyambut baik kegiatan LDK ini. “Kami selalu welcome kepada siapa saja yang ingin mengadakan kegiatan, apalagi yang berhubungan dengan kaderisasi buddhis. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi semua peserta.”, ucap Puket III Bidang Kemahasiswaan STAB Dharma Widya dalam sambutannya.

Rendy Arifin pun menambahkan akan pentingnya ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam memimpin sebuah organisasi. “Yaa.., dalam LDK ini selain belajar teori nanti juga ada sedikit simulasi dan praktik. Pemateri yang kita undang juga sangat berkompeten. Semoga semuanya bermanfaat bagi kalian.”, papar Ketua Cabang HIKMAHBUDHI Kota Tangerang saat ini.

Kegiatan LDK ini dibuka oleh Rendy Arifin selaku Ketua Cabang HIKMAHBUDHI Kota Tangerang dan mewakili PP HIKMAHBUDHI dengan simbolis penyematan tanda peserta.

Penyematan Tanda Peserta

Dalam kegiatan LDK ini diberikan sebanyak 4 materi, yaitu teknik sidang, public speaking, penyusunan proposal, dan pembahasan tema LDK.

Materi pertama, yaitu teknik sidang disampaikan oleh Rendy Arifin. Sesi ini mengajarkan peserta mengenai tata cara memimpin sidang, seperti ketukan palu, jenis-jenis sidang, dan lain sebagainya.

Sesi Rendy Arifin

Materi kedua, yaitu public speaking disampaikan oleh Leonard Haryadi. Sesi ini mengajarkan mengenai tata cara berbicara yang baik di depan umum. Penulis buku “I’m Motivator” ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berbicara di depan kelas.

Sesi Leonard Haryadi

Materi ketiga, yaitu penyusunan proposal disampaikan oleh Wira Fernandes. Sesi ini menjelaskan peserta mengenai tata cara penyusunan proposal, hal-hal yang dibutuhkan di dalam proposal, dan lain sebagainya. Pada sesi ini juga diadakan diskusi kelompok untuk membuat proposal suatu acara dan dipaparkan di depan kelas.

Sesi Wira Fernandes

Materi keempat, yaitu pembahasan tema LDK “Membangun Identitas Diri Pemimpin Muda Buddhis” yang disampaikan oleh Arya Vandana dan Adi Kurniawan. Dalam sesi ini, Arya lebih menekankan pada bagaimana dan ciri pemimpin Buddhis, sedangkan Adi pada pergerakan pemuda Buddhis secara nasional.

Sesi Arya Vandana dan Adi Kurniawan

By : Rendy Arifin (PC HIKMAHBUDHI Kota Tangerang)

Share this: