Pemuda dan Mahasiswa Gelar Silaturahmi Kebangsaan “Membumikan Pancasila dan Menjaga NKRI”

Pada Selasa 28 Maret 2017 bertempat di Aula PW NU NTB, Pemuda dan Mahasiswa lintas agama kota mataram yakni Pemuda Ansor, PMII, IMM, PMKRI dan HIKMAHBUDHI mengadakan kegiatan Dialog Silaturahmi Kebangsaan yang bertema “Membumikan Pancasila dan Menjaga NKRI”. Dialog ini menghadirkan tiga narasumber yakni Firman Jaya Daely (Pengamat politik hukum), Fairuz Zabadi (ketua PC. NU Kota Mataram) dan Dr. Saleh Ending (Akademisi).
Dalam pemaparan narasumber membahas sejarah terbentuknya Pancasila sebagai dasar Ideologi  Indonesia pada tahun 1945, yang diwarnai dengan perbedaan pendapat antar dua kelompok yakni kelompok yang ingin membentuk Negara Indonesia yang berdasarkan agama (Islam), dan kelompok yang satu ingin membentuk Negara Indonesia tanpa berdasarkan agama. Kenyataan yang ada bahwa warga negara Indonesia heterogen, berbeda suku, bahasa bahkan agama. Dari segi agama, tidak semua warga negara beragama Islam namun ada juga yang beragama lain seperti agama Hindu, Buddha, Kristen dan Katolik. Oleh karenanya, untuk menjaga keutuhan dan kekuatan bangsa Indonesia supaya tidak terjadinya perpecahan maka dalam rumusan sila pertama Pancasila ditulis “KETUHANAN YANG MAHA ESA” untuk mewakili semua agama.
Pada saat sekarang juga tidak ada yang berbeda dengan masa lalu. Negara Indonesia sekarang berusaha diguncang ada kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa ini, yang salah satunya adalah ingin menjadikan negara Indonesia menjadi negara Islam seperti negara-negara di timur tengah. Upaya-upaya negatif dilakukan bahkan dengan menggunakan cara-cara yang radikal. Penyebaran isu-isu SARA dan problema lain dicoba untuk mengguncang tatanan NKRI. Namun, Pancasila masih dengan kokoh kuat menjadi penghalang bertumbuhnya ideologi radikal di negeri ini.
Banyak masalah yang dihadapi bangsa ini yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan misalnya sikap intoleran antar umat beragama, paham radikalisme, dan terorisme merupakan masalah utama. Banyaknya permasalahan yang terjadi di masyarakat menunjukan ada sebagian yang memiliki stigma negatif tentang  nilai-nilai Pancasila sehingga menyebabkan hal-hal tersebut. Oleh karena itu diperlukan peran dari semua pihak baik itu lembaga-lembaga pemerintahan, masyarakat dan mahasiswa untuk tetap menjaga nilai-nilai luhur Pancasila dan Keutuhan NKRI.
By: Ade Pramana Winarko (PC HIKMAHBUDHI Mataram)
Share this: