Dialog Kebudayaan & Keharmonisan Antar Umat Beragama di Bali

DENPASAR – (3/4/2017) bertempat di Hotel Dwi Karya Jalan Nangka Selatan No. 133 Cipayung Plus Bali yakni HMI, PMII, HIKMAHBUDHI, GMKI dan pemuda dari perwakikan masing-masing agama mengadakan dialog kebudayaan dan keharmonisan antar umat beragama di Bali yang dalam hal ini digerakan oleh kawan-kawan HMI Cabang Denpasar. Sebagai umat yang hidup di tengah bangsa Indonesia yang memiliki pluralitas agama, upaya untuk menjalin hubungan yang harmonis antar umat beragama mutlak dibutuhkan. Pluralisme agama di satu pihak merupakan suatu yang dapat memperkaya bangsa Indonesia, namun di lain pihak dapat menjadi lahan subur bagi pertikaian, perpecahan, bahkan pertumpahan darah antar agama yang satu dengan agama yang lain. Isu agama adalah isu yang sangat sensitif menyulut pada perpecahan.
Tujuan utama dari dialog ini tidak lain adalah untuk mengkaji bagaimana kita sebagai manusia yang hidup di Indonesia pada umumnya dan Bali pada khususnya yang kita ketahui memiliki beragam kepercayaan untuk bisa saling menghargai. Syamrawi Asyafi’i selaku ketua HMI Cabang Denpasar dalam sambutanya mengatakan kita pemuda khususnya HMI akan selalu menjaga kerukunan dan juga keharmonisan antar umat beragama dengan mengedepankan sikap saling menghargai perbedaan-perbedaan agama khususnya di Bali ini. Dialog ini menghadirkan dua pembicara yakni bapak Taufik As’adi ketua MUI Prov. Bali dan Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, SH,. Ketua FKUB Bali.
Dalam pemaparan kedua pemateri menekankan bahwa kita sebagai manusia memiliki ikatan persaudara terlihat dari kehidupan yang selalu memerlukan orang lain sehingga hal ini harus kita sadari dalam diri masing-masing untuk tetap menjaga kerukunan umat beragama. Ketua MUI Prov. Bali yakni bapak Taufik mengatakan di islam kita mengenal tiga persaudaraan yaitu pertama persaudaraan kita sebagai orang beriman, kedua persaudaraan berbangsa dan bernegara dan yang ketiga persaudaraan kita sebagai manusia ciptaan Tuhan. Ketiga hal inilah yang perlu kita ingat didalam menjaga kerukunan umat beragama.
Sedangkan Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, SH,. yang merupakan Ketua Form Kerukunan Umat Beragama di Bali ini juga mengatakan  kita sebagai umat beragama kita harus benar-benar menjadi insan dalam menjalankan ajaran agama, karena ini salah satu bentuk kontribusi yang kita berikan untuk merawat kerukunan umat beragama. Beliau juga menegaskan Kerukunan umat beragama adalah harga mati yang harus tetap kita jaga. Dialog ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bukti bahwa pemuda siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan keharmonisa antar umat beragama.
IMG-20170404-WA0008
By Apdianto (PC HIKMAHBUDHI Denpasar)
Share this: