BUDDHIST INSIDE PC HIKMAHBUDHI JAKARTA TIMUR “Satu Langkah, Satu Aksi, Satu Tujuan!”

Sebagai wujud kepedulian terhadap regenerasi pemuda Buddhis di Indonesia, PC HIKMAHBUDHI JAKARTA TIMUR mencoba untuk mengumpulkan Mahasiswa/i & Pemuda/i Buddhis yang berasal dari berbagai Kampus & Vihara yang beragam, pada kegiatan BUDDHIST INSIDE, yang diselenggarakan di Panorama Pangrango Camp, Gunung Gede, Bogor, pada tanggal 14-16 April 2017, dengan tema “Satu Langkah, Satu Aksi, Satu Tujuan”.

11

Adapun para peserta kegiatan Buddhist Inside yang merupakan Mahasiswa/i Buddhis & berasal dari berbagai kampus yang berbeda, diantaranya ada yang berasal dari Unika Atma Jaya, Universitas Indonesia, Universitas Tarumanegara, Universitas Trisakti, Trisakti School of Management, Surya University, Binus University, STAB Nalanda, Universitas Bunda Mulia, Perguruan Buddhi, Universitas Bung Karno, Universitas Tujuh Belas Agustus 1945, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Mpu Tantular, London School of Public Relations, Akademi Keperawatan Husada, Universitas Bunda Mulia, STIE Jayakarta, STIE Jayakusuma & masih banyak lagi.

Tidak hanya kampus, Pemuda Vihara Dharma Suci juga cukup banyak mengirimkan peserta pada kegiatan Buddhist Inside kali ini. Ada pula peserta yang statusnya sudah lulus dari bangku kuliah & sudah bekerja, namun mereka masih memiliki semangat yang tinggi untuk mengikuti kegiatan Buddhist Inside.

Terdapat 2 titik pemberangkatan peserta, yaitu titik Jakarta yang berlokasi di Pasar Genjing & titik Depok yang berlokasi di Balairung Universitas Indonesia.

Kendaraan yang digunakan untuk pemberangkatan para peserta pun bukanlah bus ber-AC dengan kursi yang empuk & lega, melainkan 2 buah Truk Tronton MABES TNI yang memiliki kursi kayu yang keras & tegak lurus serta suspensi yang tidak empuk, sehingga dapat mengkondisikan tumbuhnya kebersamaan antar peserta selama perjalanan menuju lokasi acara.

Kegitan ini dihadiri pula oleh Pembimas Buddha Provinsi DKI Jakarta, Bpk. Suwanto yang juga didampingi oleh Bpk. Suratman selaku pelaksana tugas di wilayah Jakarta Barat, Romo Yongki selaku Pembina PC HIKMAHBUDHI JAKARTA TIMUR, PP HIKMAHBUDHI yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal, Sdr. Anes Dwi Prasetya & Kabid. Pemberdayaan & pengembangan Wilayah, Sdr. Dudiarta yang sekaligus merupakan kader lulusan dari PC HIKMAHBUDHI JAKARTA TIMUR, serta Bpk. Eko Nugroho Rahardjo sebagai pembicara yang mengisi materi Dharma Kontekstual pada sesi materi kepedulian sosial.

2 4

Konsep Camping & outbound di Gunung pun diterapkan pada kegiatan Buddhist Inside kali ini. Hal ini disebabkan karena para panitia beranggapan bahwa dengan menggunakan konsep suasana alam yang segar namun menantang, dapat mengkondisikan para peserta untuk memiliki rasa solidaritas yang tinggi, dapat belajar hidup lebih mandiri, serta tumbuhnya kepedulian sosial & kepedulian terhadap lingkungan yang tinggi.

5

Di lokasi acara, peserta diajak untuk beraktivitas secara sehat, mulai dari bermain games kekompakan & asah otak, menerima materi – materi Buddhis, bedah film, bermain outbound, Jelajah Malam, Api Unggun & Hiking.

8

3

Walaupun pada Sabtu sore, hujan badai mengguyur wilayah perkemahan Buddhist Inside sehingga menyebabkan susunan acara sedikit mundur karena panitia harus mengevakuasi para peserta, memperbaiki tenda yang tergenang dengan air hujan serta membuat parit darurat untuk melindungi tenda dari genangan air hujan, namun hal tersebut tidak menggetarkan para panitia untuk meniadakan sesi Jelajah malam & Api Unggun.

6 7

Kegiatan pun berjalan dengan aman & lancar hingga selesai. Walaupun badan terasa lelah & pegal dikarenakan padatnya isi acara, namun keceriaan tetap terpancar dari wajah para peserta & panitia Buddhist Inside.

Pada upacara penutupan, ketua PC HIKMAHBUDHI JAKARTA TIMUR, Sdr. Abhinyano menyampaikan bahwa, alasan para panitia pelaksana menerapkan konsep camping pada kegiatan Buddhist Inside kali ini dikarenakan para panitia meyakini bahwa pemimpin – pemimpin hebat akan selalu lahir melalui kondisi sulit. Tidak ada pemimpin hebat yang lahir melalui kondisi yang mudah.

10

“Ibarat sebuah tanaman, tanaman dapat tumbuh subur & berkembang dengan baik, jika diberi kotoran (Pupuk) yang menjijikkan, bukan diberi parfum yang wangi. Artinya, jika kita semua ingin tumbuh & berkembang dengan baik, kita harus mampu & berani melewati kondisi sulit atau masalah yang ada, jangan malah menghindari masalah yang ada, melainkan kita harus menghadapinya.

Karena sesungguhnya, orang yang tidak pernah menghadapi masalah, justru sangat berbahaya karena tidak terbiasa menghadapi & menyelesaikan masalah yang ada”, ucap Abhi.

Sdr. Abhinyano pun berpesan, setelah para peserta pulang dari kegiatan Buddhist Inside, kita semua dapat berubah & mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi. Jangan menjadi pribadi yang individualistik, jangan apatis, jangan narsistik yang berlebihan & jangan buang sampah sembarangan.

Sdr. Abhinyano juga mengutip pesan Dalai Lama, yaitu “Vihara kita sesungguhnya adalah penjara, Vihara kita sesungguhnya adalah tempat – tempat kumuh, Vihara kita sesungguhnya adalah tempat – tempat yang dipenuhi dengan dukkha & kesedihan”. Vihara bukanlah sebuah gedung yang berisi rupang emas Buddha yang dipenuhi dengan makanan & sesajen.

Artinya, jika kita hanya rajin melakukan ritual keagamaan setiap hari, tapi setelah selesai melakukan hal tersebut kita kembali menjadi umat Buddha yang apatis, itu namanya umat Buddha KTP”, tegas Abhi.

9

Keluarga besar PC HIKMAHBUDHI JAKARTA TIMUR selaku panitia pelaksana kegiatan Buddhist Inside pun berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para peserta sehingga kedepannya, Mahasiswa/i & Pemuda/i  Buddhis di Indonesia dapat tumbuh & berkembang menjadi lebih baik lagi, serta dapat memberikan kontribusi yang maksimal, bagi komunitas Buddhis, Bangsa & Negara Indonesia.

Appamadena Sampadetha !

Berjuanglah Dengan Sungguh – Sungguh !

Share this: