Live In Pondok Damai X Kota Semarang “Mengapa Kita Beragama?”

Keberagaman merupakan salah satu kunci untuk mempersatukan perbedaan yang ada. Namun pada saat ini masih kita sayangkan terdapat beberapa daerah yang mempersoalkan perbedaan. Perbedaan yang saat ini di permasalahkan yaitu agama. Untuk membicarakan masalah agama masih sangat sensitive.

Pada kesempatan kali ini Pengurus Cabang HIKMAHBUDHI Semarang mengikuti acara Pondok Damai X yang bertempat di Vihara Buddhagaya Watugong. Acara tersebut berlangsung selama 3 hari dari tanggal 21-23 April 2017. Peserta yang mengikuti acara tersebut adalah dari perwakilan masing-masing agama, perwakilan agama Buddha yaitu dari STAB Syailendra Salatiga, STIAB Smaratungga Boyolali dan Pengurus Cabang HIKMAHBUDHI Semarang. Perwakilan agama Islam yaitu dari UIN Walisongo. Perwakilan Kristen yaitu dari STT Abdiel dan UNIKA. Selain itu juga ada perwakilan dari agama Katolik dan Hindu.

Acara tersebut di namakan Live In Pondok Damai. Kegiatan tersebut dibuka dengan memperkenalkan diri, kemudian dilanjutkan diskusi dengan tema “Mengapa kita beragama?” dalam diskusi tersebut kita saling berbagi pengalaman mengapa kita beragama Buddha, Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu. Setiap peserta menceritakan pengalaman masing-masing, sebagian besar mengapa mereka beragama adalah karena warisan dari orang tuanya. Hari keduanya dilanjutkan dengan diskusi dengan tema “Pengalaman buruk dan baik terhadap agama lain”. Dalam berdiskusi tidak ada rasa takut dalam menyampaikan pengalamannya, didalam Pondok Damai ini kita dituntut untuk terbuka. Sehingga meskipun ada pengalaman yang mungkin kurang baik dengan agama lain kita tetap menghargai apapun itu.

Kegiatan malam harinya yaitu dilanjutkan degan pentas seni dari masing-masing kelompok yang telah dibentuk. Dari pensi tersebut masing masing kelompok harus menampilkan kekreatifvitasnya, ada yang menampilkan drama, puisi dan dan musikalisasi puisi. Kemudian dilanjutkan dengan perenungan, kesan pesan dari peserta maupun panitia dan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan masing-masing agama secara bergantian.

Pada hari terakhir kegiatan ditutup dengan mengunjungi tempat ibadah dari masing-masing agama, yaitu di Vihara Buddhagaya Watugong, Masjid Amadiyah, Pura Giri Natha, dan Gereja Gereformeerd.

Share this: