SIDANG PELANTIKAN PC HIKMAHBUDHI JAKARTA periode 2017-2019

JAKARTA – 22 April 2017,HIKMAHBUDHI cabang Jakarta telah sukses melakukan regenerasi para pengurus dan anggotanya. Secara resmi saudara Ari Sutrisno beserta jajarannya dilantikdalam sidang pelantikan ke-XXV HIKMAHBUDHI cabang Jakarta yang digelar di Wisma Jayawardhana, Ekayana Buddhist Centre. Semoga dengan terpilihnya saudara Ari Sutrisno sebagai ketua untuk kepengurusan 2 tahun mendatang, HIKMAHBUDHI Jakarta semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan komunitas dan Bangsa.

IMG_2604

Acara ini dihadiri oleh YM. Bhikkhu Dharmavimala (Wakil Ketua Vihara Ekayana Arama), Bapak Suratman (Perwakilan dari Pembimas Buddha DKI Jakarta), Bapak Isyanto (Ketua Umum Institut Nagarjuna), Bapak Hartawan Setiawan (Ketua Umum SIDDHI 2009-2011), saudara Sugiartana (Ketua Umum Presidium Pusat HIKMAHBUDHI), Senior HIKMAHBUDHI Jakarta, Pengurus Cabang HIKMAHBUDHI Jakarta Timur, Pengurus Cabang HIKMAHBUDHI Tangerang Kota, Pengurus Cabang HIKMABUDHI Tangerang Selatan, Cabang HIKMAHBUDHI Serang, KMB Dharmayana UNTAR, KMB Dhammasena Trisakti, KMB Dhammavaddhana BINUS, KMB Buddha Samaggi UKRIDA, KMB Dhammamitta UBM, KMB Boddhicitta STIE Jayakusuma, BEM STAB Maha Prajna dan DPC Patria Jakarta Barat.

IMG_2623

Setelah sidang pelantikan XXV selesai, acara lalu dilanjutkan dengan Diskusi Publik dengan tema “Sinergi mahasiswa budhhis Jakarta dalam memajukan komunitas dan Bangsa”. Dipandu oleh saudara Niko Fajar Setiawan (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia Kajian Ilmu Ketahanan Nasional) dengan 4 narasumber dari bidang keilmuan yang berbeda-beda. ada dari sisi rohani YM. Bhikkhu Dharmavimala Mahathera (Wakil Ketua Vihara Ekayana Arama), Bapak Suratman (Perwakilan dari Pembimas Buddha DKI Jakarta), Bapak Isyanto (Ketua Umum Institut Nagarjuna), Bapak Hartawan Setiawan (Ketua Umum SIDDHI 2009-2011).

IMG_2605

Acara diskusi dimulai dengan pendahuluan yang disampaikan oleh moderator mengenai kondisi mahasiswa buddhis Jakarta saat ini. Kemudian setelah selesai menyampaikan pendahuluan,saudara Niko selaku moderator lalu memberikan kesempatan kepada setiap Pembicara untuk memberikan tanggapannya terkait pendahuluan yang telah disampaikan oleh moderator diawal tadi.Narasumber pertamaYM. Bhikkhu Dhammavimala Mahathera membahas dari sisi kerohanian, beliau berharap mahasiswa dapat membantu komunitas di dalam berbagai bidang, selalu mengingat inti dari ajaran Buddha dalam berbagai tradisi dan selalu eling atau sadar dalam setiap perbuatan sosial yang kita lakukan. Beliau juga menyampaikan bahwa peran mahasiswa adalah menemukan inti ajaran Buddha, apabila hal tersebut bisa dilakukan, maka sinergi antar mahasiswa akan tercapai dengan sendirinya. Yang kedua dari Bapak Suratman (Perwakilan dari Pembimas Buddha DKI Jakarta),“Saat ini hubungan mahasiswa dengan pemerintah tidaklah bersifat vertikal tetapi sudah sejajar dan saling mengontrol. Kontrol yang dilakukan oleh mahasiswa bisa menjadi pemicu kami untuk menjadi lebih baik, khususnya di Bimas Buddha. Untuk Kemajuan bersama, unit kegiatan mahasiswa Buddhis yang ada di kampus-kampus bisa berkoordinasi dengan Pembimas Buddha DKI Jakarta ataupun melalui HIKMAHBUDHI untuk melakukan pendataan jumlah mahasiswa Buddhis di Jakarta. Ini penting Karena saat ini kami belum memiliki angka yang pasti berapa jumlah mahasiswa buddhis khususnya di Jakarta” terangnya dihadapan para tamu undangan yang hadir pada siang hari itu.

Selanjutnya ada dari Bapak Isyanto (Ketua Umum Institut Nagarjuna),“Sikap mahasiswa yang berbeda-beda tidak terlepas dari pengamatan dan penelitian sehari-hari dilingkungannya dan yang harus disadari adalah perbedaan bukan berarti perpecahan, perbedaan harus disikapi dengan baik, serta jangan lupa untuk menjaga komunikasi dengan para senior, alumni dan khususnya antar pengurus dan anggota HIKMAHBUDHI cabang Jakarta yang sekitar 1 jam yang lalu resmi dilantik”.Dan yang terakhir adalah Bapak Hartawan Setiawan (Ketua Umum SIDDHI 2009-2011), “apa yang kita cari dalam hidup ini? Apakah ilmu, finansial atau hal yang lain?. SIDDHI membagi 3 periodisasi kehidupan yaitu ilmu, uang dan surga. Masing-masing periodisasi ini disesuaikan dengan kehidupan manusia. Integritas merupakan sikap hidup yang harus dipegang sampai kapanpun”.

Appamadena Sampadetha

Berjuanglah dengan sungguh-sungguh!

Share this: