SEMINAR Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan “MAHASISWA BUDDHIS SERUKAN BELA NEGARA”

“Bela negara tidak harus berperang. Tidak berbuat kejahatan juga termasuk bela negara”

Inilah salah satu pernyataan yang disampaikan oleh Ekawahyu Kasih dalam Seminar Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan yang diadakan oleh Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia (BKPBI) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) pada hari Sabtu, 27 Mei 2017 di STIE Kasih Bangsa, Jakarta.

IMG-20170528-WA0012

Seminar yang diikuti oleh kurang lebih 100 peserta ini dibuka secara resmi oleh Laksma TNI M. Faisal selaku Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan RI. Peserta dalam seminar ini terdiri dari berbagai organisasi, kampus, dan sekolah, diantaranya PC HIKMAHBUDHI Jakarta, PC HIKMAHBUDHI Jakarta Timur, PC HIKMAHBUDHI Jakarta Utara, STIE Kasih Bangsa, STAB Nalanda, STABN Sriwijaya, SMA Triratna, Universitas Pancasila, STAB Dutavira, Universitas Mercu Buana. Tidak hanya diikuti mahasiswa Buddhis, beberapa mahasiswa non Buddhis pun mengikuti kegiatan seminar ini.

IMG-20170528-WA0006 IMG-20170528-WA0011

Seminar ini diisi oleh Ekawahyu Kasih, yang mana ia adalah lulusan Peserta Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV Lemhannas tahun 2016 dan juga Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia. Ekawahyu menyampaikan tentang pemahaman dan implementasi empat konsesus dasar negara, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita lahir sebagai suku sunda, suku jawa, suku tionghoa, berkulit hitam, berkulit putih, dan lain-lain; Kita tidak bisa memilih. Ini adalah sebuah anugerah.”, papar pria lulusan Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang tahun 2007 lalu.

Selain menjelaskan tentang empat konsesus dasar negara, Ekawahyu juga menyampaikan mengenai sejarah bangsa, budaya, potensi Indonesia, ancaman dan kondisi bangsa pada saat ini.

Selesai pemaparan dari Ekawahyu, seminar yang dipandu oleh Ruslaini ini dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Laksma TNI M. Faisal turut dalam diskusi dan tanya jawab tersebut.

“Indonesia adalah negara kepulauan, terdiri dari 17.504 pulau. Laut atau perairan yang ada di wilayah Indonesia adalah perekat pulau kita, bukan pemisah antar pulau-pulau.”, papar pria kelahiran Palembang, 53 tahun silam.

Ia pun menambahkan bahwa kita lahir dan tumbuh dari perbedaan. Jadi jangan jadikan perbedaan itu sebagai sumber perpecahan. Empat konsesus dasar negara ini perlu ditanamkan sejak dini.

IMG-20170528-WA0010

By : Rendy Arifin

Share this: