Begini Cara Mereka Beri Dukungan untuk KPK…

JAKARTA, KOMPAS.com – Masyarakat sipil dan aktivis yang peduli terhadap pemberantasan korupsi menggelar pertunjukan seni dan doa bersama di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (14/7/2017). 

Aksi yang diberi nama “Poetry for Integrity” ini sekaligus menyatakan penolakan terhadap hak angket yang digulirkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap KPK.

Pertunjukan seni dimulai dengan penampilan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Penampilan Saut cukup menarik antusiasme para penonton, terutama saat lagu berjudul “Home” milik penyanyi Michael Buble dimainkan dengan iringan saksofon.

“Di dalam musik itu ada doa. Doa kita bersama adalah Indonesia bersih dari korupsi,” ujar Saut.

Sesuai tajuk acara, pertunjukan utama dalam aksi ini adalah pembacaan puisi.

Secara bergiliran, puisi dibacakan oleh beberapa siswa sekolah.

Sejumlah tokoh yang dikenal sebagai aktivis anti-korupsi juga ikut membacakan puisi. Sebut saja sosiolog dari Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, dan mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Selain itu, ada juga penampilan dari putri mantan Presiden RI Abdurrachman Wahid, Yenny Wahid.

Acara ini juga diwarnai dengan pertunjukan musik dari beberapa komunitas. Band punk Marjinal ikut menyuarakan dukungan kepada KPK.

Di halaman depan Gedung KPK, komunitas seni rupa memamerkan lukisan yang bertema anti-korupsi.

Ada pula yang membuat mural dengan muatan menyindir pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket.

Di tengah acara, masyarakat sipil dan aktivis dari berbagai lembaga menggelar doa bersama sambil menyalakan lilin.

Doa dipimpin secara bergantian oleh tokoh agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik, dan Konghucu.

Share this: