SURAT TERBUKA ! ! ! “Pak Jokowi, Selamatkan Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen di Tuban dari aksi – aksi intoleransi, Tuna Budaya dan Anti Kebhinekaan”

SURAT TERBUKA ! ! !

“Pak Jokowi, Selamatkan Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen di Tuban dari aksi – aksi intoleransi, Tuna Budaya dan Anti Kebhinekaan”

Kepada Yth,

Bpk. Ir. Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia)

Bpk. Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI)

Bpk. Wiranto (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, & Keamanan RI)

Bpk. Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri RI)

Bpk. Muhadjir Effendy (Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI)

Bpk. Arief Yahya (Menteri Pariwisata RI)

Salam hormat kami atas nama Mahasiswa Buddhis Indonesia, semoga bapak Presiden senantiasa dalam keadaan sehat dan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Kami juga mendoakan kepada bapak Presiden dan keluarga semoga diberi ketabahan dalam menghadapi berbagai tantangan besar dalam menjaga bangsa Indonesia untuk bebas dari berbagai gangguan yang dapat mengancam “Pancasila” sebagai ideologi negara, terciptanya toleransi antar umat beragama dan iklim pluralisme yang teduh di Indonesia.

Belakangan ini muncul polemik & desakan dari beberapa oknum ormas yang mengatasnamakan “BOEMIPUTERA MENGGUGAT” yang tindak tanduknya mengatasnamakan pancasila, namun tindakannya sangat bertolak belakang dengan pancasila.

Mereka menuntut agar patungDewa Kwan Sing Tee Koen di Tuban di robohkan.

(dapat dilihat di : https://www.change.org/p/dpdr-jawa-timur-bongkar-dan-robohkan-patung-dewa-perang-china-di-tuban dan berbagai sumber terpercaya lainnya)

Alasan yang mendasari gerakan untuk merobohkan patung dewa tersebut sangat mendiskreditkan aliran Tri Dharma yang merupakan bagian dari Agama Buddha. Mereka menganggap bahwa Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen bukanlah bagian dari ritual pemujaan suatu agama yang diakui di Indonesia dan tidak mencerminkan kebudayaan bangsa Indonesia yang sesuai dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kami ingin bertanya, apakah dengan berdirinya patung Dewa Kwan Sing Tee Koen dapat mengancam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika?

Mendirikan Patung adalah bentuk ekspresi keagamaan. Patung tersebut merupakan salah satu representatif dewa dari aliran Tri Dharma yang merupakan bagian dari Agama Buddha dan Agama Buddha pun statusnya saat ini diakui dan dilindungi di Indonesia. Lokasi berdirinya patung tersebut juga berada pada area Klenteng / Vihara, bukan di tempat umum sehingga keberadaannya tidak mengganggu ketertiban umum, bahkan patung dewa tersebut dapat menjadi daya tarik wisata lokal kota Tuban bagi para wisatawan. Lantas, siapakah yang sesungguhnya dirugikan dengan berdirinya patung tersebut?

Kami rasa pihak – pihak yang ingin merobohkan patung dewa tersebutlah yang justru sangat mengancam eksistensi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, karena tuntutan untuk merobohkan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen sangat merugikan umat Buddha di Indonesia, khususnya umat yang beraliran Tri Dharma.

Oknum – oknum anti patungtersebut juga menganggap bahwa karakter dan ukuran patung Dewa Kwan Sing Tee Koenmengindikasikankeangkuhan, kekuasaan, penindasan, dan penjajahan terhadap bangsa Indonesia oleh bangsa asing (Tionghoa) di Boemi Pertiwi Persada Indonesia.

Kami rasa orang – orang tersebut sudah gila dan hilang akal sehatnya. Bagaimana mungkin patung yang merupakan benda mati dan tidak bisa bergerak mampu berkuasa, menindas bahkan menjajah Bangsa Indonesia?

Apakah Bangsa Indonesia dan Pancasila sebegitu lemahnya sehingga dapat dijajah oleh sebuah patung?

Justru ancamanuntuk merobohkan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen tersebut yang sesungguhnya merupakan bentuk penjajahan dan penindasan terhadap ekspresi keagamaan sebuah agama di Indonesia, serta melanggar dasar hukum yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia,yaitu Pasal 28E ayat (1) Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Bagi kami saat ini patung Dewa Kwan Sing Tee Koen bukan hanya simbol dewa dari aliran Tri Dharma dan Agama Buddha saja, namun dalam konteks saat ini patung dewa Dewa Kwan Sing Tee Koen secara tidak langsung telah menjadi simbol dari toleransi antar umat beragama di Indonesia.

Pak Presiden dan para Menteri, Kokohnya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di bumi pertiwi saat ini sedang dipertaruhkan.

Untuk konteks saat ini, mungkin hanya patung Dewa Kwan Sing Tee Koen saja yang menjadi target untuk dirubuhkan. Jika PatungDewa Kwan Sing Tee Koen berhasil dirubuhkan, bukan tidak mungkin akan muncul aksi – aksi intoleran serupa yang dapat mengancam simbol – simbol agama lainnya seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Patung Dewa di Bali dan unsur – unsur budaya dan simbol agama lainnya di Indonesia.

Pak Presiden dan para Menteri, kami sebagai Mahasiswa Buddhis tentunya ingin menjaga NKRI ini tetap utuh dibawah semangat PANCASILA. Isu – isu sentimen terhadap ekspresi keagamaan dan kebudayaan suatu golongan harus ditiadakan, karena sikap intoleran dapat memecah belah persatuan Bangsa Indonesia. Persepsi liar dan sentimen SARA (Suku, Agama, Ras dan Golongan) dari segelintir oknum yang tidak memahami toleransi saja yang menyebabkan seolah – olah bahwa suatu karya budaya merupakan masalah.

Oleh karena itu, kami mendesak kepada Bpk. Ir. H. Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia dan Menteri – Menteri terkait untuk melindungi patungDewa Kwan Sing Tee Koen dari ancaman oknum – oknum gagal paham tersebut yang menginginkan agar patung Dewa Kwan Sing Tee Koen segera dirubuhkan.

Jika pemerintah tidak bertindak responsif terhadap surat terbuka ini, maka kami menilai Bpk. Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia tidak memiliki upaya untuk melindungi toleransi dan kebebasan beragama di Indonesia.

 

Ttd,

Abhinyano – Ketua PC HIKMAHBUDHI Jakarta Timur

Wiryawan – Ketua PC HIKMAHBUDHI Jakarta Utara

Billy Gunawan – Ketua PC HIKMAHBUDHI Jakarta Barat

 

#TIMTARA                                    #TIMBARA

 

Appamadena Sampadetha !

Berjuanglah Dengan Sungguh – Sungguh !

 

 

 

 

Share this: